Museum Masa Depan di Rio de Janeiro (BBCTravel)
JIKA pada umumnya, sebuah museum dibuat untuk mengabadikan suatu sejarah, berbeda dengan sebuah museum yang dibuat di Rio de Janeiro, Brasil.
Bernama The Museu do Amanha atau Museum of Tomorrow (Museum Masa Depan). Sesuai namanya, bangunan dari museum ini seakan ingin mendobrak bangunan-bangunan lain di Rio de Janeiro, karena bentuknya yang futuristik.
Sebagaimana dilansir BBCTravel, Jumat (02/12/2011). Museum Masa Depan ini dirancang oleh Santiago calatrava. Beliau adalah seorang arsitek, insinyur dan pematung dari Spanyol yang telah terkenal di dunia.
Terletak menjorok ke teluk, museum berbentuk memanjang berwarna putih ini memiliki luas yang lapang.
Bangunan berkelanjutan ini merupakan bagian dari proyek realisasi "Marvelous Port" (pelabuhan yang mengagumkan) masyarakat Brasil senilai lima milyar dolar Brasil yang akan merevitalisasi daerah perkotaan tepi laut Rio de Janeiro.
Sisa-sisa sebuah dermaga abad ke-19 yang dulunya menjadi tempat dimana para budak dari Afrika ditahan dan dijual, baru-baru ini ditemukan dan akan diabadikan pula di museum ini.
Museum ini pun mengandung unsur estetika dan modernitas tekhnologi. Pasalnya, museum futuristik ini dikelilingi kolam yang berisikan air hujan daur ulang dan kebun seluas 5,5 hektare, atap bangunan memiliki panel photovoltaic yang akan mengikuti arah sinar matahari sepanjang hari.
Museum dengan lahan ruang pamer seluas 5.000 meter persegi ini akan fokus pada pameran ilmu pengetahuan, ekologi, dan fitur tekhnologi, yang akan membentuk masa depan kita dan masa depan planet ini.
Sejak Brasil mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah dua event olahraga dunia, World Cup 2014 dan Summer Olympics 2016, Brasil tampak berbenah diri.
Museum Masa Depan ini hanyalah satu dari beberapa proyek yang akan digarap di Brasil, guna menambah daya tarik Brasil. Museum ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2012, saat menjadi tuan rumah UN Earth Summit "Rio + 20".
Calatrava juga mengusulkan pembongkaran jalan layang sepanjang air dan memperluas sebuah plaza di dekatnya, meskipun hal ini belum disetujui oleh pejabat kota.
Bernama The Museu do Amanha atau Museum of Tomorrow (Museum Masa Depan). Sesuai namanya, bangunan dari museum ini seakan ingin mendobrak bangunan-bangunan lain di Rio de Janeiro, karena bentuknya yang futuristik.
Sebagaimana dilansir BBCTravel, Jumat (02/12/2011). Museum Masa Depan ini dirancang oleh Santiago calatrava. Beliau adalah seorang arsitek, insinyur dan pematung dari Spanyol yang telah terkenal di dunia.
Terletak menjorok ke teluk, museum berbentuk memanjang berwarna putih ini memiliki luas yang lapang.
Bangunan berkelanjutan ini merupakan bagian dari proyek realisasi "Marvelous Port" (pelabuhan yang mengagumkan) masyarakat Brasil senilai lima milyar dolar Brasil yang akan merevitalisasi daerah perkotaan tepi laut Rio de Janeiro.
Sisa-sisa sebuah dermaga abad ke-19 yang dulunya menjadi tempat dimana para budak dari Afrika ditahan dan dijual, baru-baru ini ditemukan dan akan diabadikan pula di museum ini.
Museum ini pun mengandung unsur estetika dan modernitas tekhnologi. Pasalnya, museum futuristik ini dikelilingi kolam yang berisikan air hujan daur ulang dan kebun seluas 5,5 hektare, atap bangunan memiliki panel photovoltaic yang akan mengikuti arah sinar matahari sepanjang hari.
Museum dengan lahan ruang pamer seluas 5.000 meter persegi ini akan fokus pada pameran ilmu pengetahuan, ekologi, dan fitur tekhnologi, yang akan membentuk masa depan kita dan masa depan planet ini.
Sejak Brasil mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah dua event olahraga dunia, World Cup 2014 dan Summer Olympics 2016, Brasil tampak berbenah diri.
Museum Masa Depan ini hanyalah satu dari beberapa proyek yang akan digarap di Brasil, guna menambah daya tarik Brasil. Museum ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2012, saat menjadi tuan rumah UN Earth Summit "Rio + 20".
Calatrava juga mengusulkan pembongkaran jalan layang sepanjang air dan memperluas sebuah plaza di dekatnya, meskipun hal ini belum disetujui oleh pejabat kota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar